Copyright©Siaran Depok

Inilah Deretan Bahaya Keseringan Marathon Drama Yang Perlu Kamu Tahu !

Newsth.com – Hayoo, siapa yang suka nonton drama?

Mungkin di antara kalian, khususnya kaum hawa, pasti pernah menonton drama. Baik itu yang berasal dari Korea, Jepang, atau lainnya. Memang drama-drama tersebut sampai saat ini cukup sering ditayangkan di tv. Kamu pasti udah enggak asing dengan judul-judul Tokyo Love Story, Winter Sonata, Boys Before Flower hingga Sky Castle. Itu karena drama-drama tersebut sangat populer di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, drama Korea biasanya lebih populer. Drama Jepang sebenarnya juga demikian, namun serial anime dan tokusatsu-nya jauh lebih populer. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia punya antusiasme besar terhadap drama dari luar negeri. Sayangnya tidak semua drama-drama tersebut ditayangkan di televisi lokal. Selain karena butuh biaya yang tidak sedikit untuk menayangkannya, kita tetap harus melestarikan drama local (sinetron).

Demi bisa menyaksikan drama yang tidak ditayangkan, biasanya penggemar akan menggunakan aplikasi streaming atau mendownload dari situs tertentu. Saking antusiasnya, mereka bisa menonton hingga berjam-jam. Tidak hanya satu atau dua episode, tapi hingga berseason-season! Bahkan ada yang menonton hingga 18 jam sehari. Sayangnya kebiasaan itu memiliki dampak negatif.

Apa saja itu? Yuk simak!

  1. Risiko penyakit

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak orang yang menghabiskan waktu untuk menonton drama hingga berseason-season. Kadang tidak hanya satu drama sehari, tapi bisa dua bahkan tiga judul drama! Tiap drama memiliki durasi yang berbeda-beda. Ada yang kurang dari satu jam per episode, tapi ada juga yang lebih dari satu jam.

Copyright©Lintas NTT

Bayangkan saja, misalkan satu judul drama punya 13 episode dalam satu season dan tiap episodenya punya durasi 55 menit. Berarti untuk satu season saja kira-kira bisa menghabiskan waktu hingga 12 jam. Belum kalau setelah itu masih merasa belum puas dan menonton drama lain. Mungkin bisa sampai 24 jam ya.

Kamu harus ingat, bahwa hidup akan terus berjalan. Kamu butuh makan,minum, dan bekerja atau sekolah. Waktu yang habis untuk nonton drama secara marathon akan terasa sia-sia. Selain itu juga bisa menyebabkan munculnya beragam penyakit, seperti masalah pencernaan karena lupa makan.

Mungkin kamu menyepelekan masalah ini karena sudah ada proteksi dari asuransi kesehatan. Namun, bukan berarti kamu bisa seenaknya menyakiti tubuhmu.

Asuransi memang bisa menjadi pegangan untuk berjaga-jaga akan segala risiko di kemudian hari, tapi tetap saja diri sendirilah yang bisa menjaga kesehatan tubuh. Sakit itu tidak enak loh. Jadi,kalau kamu mau nonton drama, baiknya pertimbangkan juga masalah waktu ya. Meski sudah punya asuransi, tapi tetap jaga kesehatan tubuh juga.

  1. Mood Jadi Berantakan

Kamu pasti sering menjadikan nonton drama sebagai cara untuk memperbaiki mood. Eits, kamu salah. Ternyata menonton drama justru malah membuat mood-mu berantakan. Ini karena jalan cerita pada drama yang berubah-ubah. Bisa tiba-tiba membuat bahagia, sedih, atau marah secara tiba-tiba. Akibatnya, mood-mu akan jadi mejikuhibiniu saking tidak jelasnya.

Copyright©Bernas

Akan makin diperparah kalau mood-mu sedang buruk dan alur cerita drama yang kamu tonton malah membuat emosi. Bisa-bisa kamu ngamuk sendiri atau tiba-tiba menangis keras sampai membuat orang-orang di sekitarmu merasa terganggu. Kamu juga bisa jadi gampang baper dan gak sabaran.

  1. Banyak berkhayal

Berbeda dengan berimajinasi dalam menghasilkan sebuah karya, khayalan dari para penonton drama biasanya berupa adegan atau tokoh dari drama tersebut. Saking menghayatinya, banyak yang sering lama-lama melamun memikirkan ceritanya. Gak  jarang juga yang berekspetasi tinggi untuk memiliki cerita ala Cinderella dan bertemu dengan tokoh-tokoh yang nyaris mendekati sempurna itu.

Ekspetasi ini bisa membuatmu lupa dengan dunia nyata. Kamu akan merasa jadi bagian dari cerita yang ditonton. Selain itu kamu juga akan jadi sangat pemilih dalam mencari pasangan. Karena kamu berekspetasi mendapat pasangan dengan kriteria seperti karakter fiksi dalam drama.

  1. Kuper alias kurang pergaulan

Karena waktu yang dibutuhkan untuk menonton tidak sebentar, kamu harus mengorbankan beberapa kegiatan sosialisasimu. Tidak hanya waktu bersama kawan, tapi juga keluarga. Kamu akan merasa malas untuk keluar. ‘Lebih baik stay di depan laptop lama-lama dibanding jalan-jalan ke mall.’ Selalu jadi alasan klasik.

Copyright©Siaran Depok

Akibatnya, kamu akan tertinggal informasi penting yang sedang booming atau tidak update. Yang terburuk adalah komunikasi dengan orang tersayang bisa putus. Duh, jangan sampai kejadian yah.

Itulah dampak negatif dari seringnya menonton drama secara marathon. Menonton drama adalah hakmu. Namun tetap ingat bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Tetap kendalikan diri saat menonton. Pastikan juga kamu tetap sediakan waktu untuk bersosialisasi dengan orang tercinta. Kalau sudah mengerti, selamat menonton!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here