Copyright©Liputan6

Patut Waspada! Berikut Ini Tanda-Tanda WhatsApp Kamu Terserang Spyware Israel !

Newsth.com – Beberapa waktu belakangan ini aplikasi perpesanan WhatsApp di kabarkan mendapatkan serangan spyware yang di suntikkan ke ponsel pengguna melalui panggilan telepon aplikasi tersebut.

Kerentanan dalam aplikasi ini memungkinkan mendapatkan serangan yang menyebarkan perangkat lunak pengumpul data ke iPhone dan Android hanya dengan panggilan telepon.

Namun sayangnya tak ada cara yang pasti untuk memeriksa apakah perangkat di pengaruhi oleh perangkay lunak pengumpul data. Tapi tenang ada tanda-tanda tertentu yang bisa di cari dan membantu membedakan apakah ponsel sedang dimanipulasi secara tidak sadar oleh pihak ketiga.

Baca juga : Sangat Dinanti, Mode Gelap WhatsApp Ternyata Batal Mampir di Android!

“Salah satunya adalah mencoba dan melihat perubahan pada perangkat seluler Anda,” kata pakar keamanan seluler pembuat perangkat lunak antivirus Symantec Domingo Guerra, seperti dikutip laman Business Insider, Selasa, 14 Mei 2019.

Menurut Guerra, jika penggunaan baterai tampak berbeda dari biasanya, atau jika perangkat menjadi panas, mungkin itu mengirim dan menerima banyak data. “Mungkin ada tanda-tanda bahwa perangkat telah dikompromikan,” ujar Guerra.

Copyright©iyakan.com

Memperbarui aplikasi WhatsApp ke versi terbaru dan memperbarui sistem operasi ponsel merupakan langkah awal yang penting jika telah yakin perangkat terpengaruh. Aplikasi besutan Facebook ini mengatakan langsung segara memperbaiki masalah tersebut.

“Mengingat informasi yang kami kumpulkan terbatas, sulit bagi kami untuk mengatakan dengan pasti dampaknya kepada pengguna tertentu. Kami akan bekerja dengan organisasi dengan keahlian memantau pekerjaan para pelaku cyber swasta,” ujar pihak WhatsApp.

Baca juga : Wajib Tahu! Ini Dia Cara Mengaktifkan WhatsApp Tanpa Pakai Nomor Ponsel Pribadi

Di lansir dari Financial Times, spyware ini kembangkan oleh NSO Group. Perusahaan ini biasanya memasarkan produknya ke pemerintah dan badan intelijen.

Peneliti keamanan senior di perusahaan perangkat lunak antivirus Kaspersky Lab Jay Rosenberg menjelakan bahwa karena jenis malware yang di gunakan dalam serangan ini biasanya sangat mahal dan di jual kepada pemerintah dan agen inteligen.

Copyright©BreakingNews.co.id

“Ini adalah malware tingkat pemerintah yang harganya jutaan dolar,” kata Rosenberg. “Kecuali jika kamu adalah target dari suatu pemerintahan, maka kamu benar-benar perlu khawatir. Karena penjahat cyber rata-rata tidak melakukan ini.”

Tapi tak ada bukti yang menunjukkan bahwa ini adalah serangan berskala besar, namun perangkat lunak milik NSO Group telah ditemukan dalam upaya sebelumnya untuk mengkompromikan perangkat milik para aktivis.

Misalnya 2016 seorang aktivis HAM, Ahmed Mansoor menerima pesan teks dengan tautan yang akan menginstal perangkat lunak pengumpulan data dari NSO Group di teleponnya.

Baca juga : WhatsApp Bakal Hentikan Dukungan Untuk Windows Phone dan Android Lawas, Kenapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here