Copyright©droidlime

Google+ Miliki Celah Keamanan yang Sulit Diperbaiki

Newsth.comGoogle mendatangkan berita yang mengejutkan, dimana teknologi raksasa asal Mountain View, Amerika Serikat ini pada akhirnya akan mematikan salah satu layanan media sosial yang dikembangkannya, bernama Google+. Mengapa demikian? Ya, hal ini dikarenakan munculnya sebuah celah keamanan yang mengakibatkan ratusan ribu data pengguna bocor.

Sebagaimana yang dilansir dari Reuters bahwa penyebab dari bocornya data pengguna ini dikarenakan ada sebuah bug APl dalam platform, yang mampu memberikan akses kepada pengembang aplikasi pihak ketiga untuk mengakses profil dan data pribadi pengguna G+ (Google Plus). Terkait hal ini, Google melakukan perbaikan dengan mengambil langkah terburuk yakni dengan terpaksa Google secara permanen akan mematikan layanan Google Plusnya.

Baca Juga : Belum Dirilis, Google Pixel 3 XL Sudah Mejeng di Toko Smartphone Hong Kong

Google sendiri mengatakan bahwa sejauh ini belum ada pengembang yang berani untuk mengakses data pengguna dari bug tersebut. Dalam blog resminya, Google mengatakan bahwa ada sekitar 500.000 pengguna yang datanya telah bocor dan ditemukan 438 aplikasi pihak ketiga yang kemungkinan bisa mengakses data pribadi pengguna dari bug tersebut. Selain nama lengkap dan alamat email yang bisa diketahui, data lain seperti tanggal lahir, jenis kelamin, foto profil, tempat tinggal, pekerjaan dan bahkan hingga status hubungan juga bisa bocor oleh bug tersebut, yang tentunya hal ini sangat merugikan pengguna G+.

Copyright©kumparan

Dan anehnya lagi, Google menutupi masalah ini sejak 2015 lalu, padahal masalah ini harus segera diperbaiki. Google sendiri merahasiakan hal ini karena mereka khawatir dengan peristiwa yang dialami oleh Facebook. Namun, setelah masalah ini ramai dibicarakan, Google pun memberikan alasan mengapa mereka tidak mengungkapkan masalah ini ke pngguna Google+ dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti penyalahgunaan dari sejumlah data yang bocor.

Akan tetapi, mereka juga mengakui bahwa memang cukup sulit untuk memastikan hal itu dan Google juga tidak mengambil tindakan untuk memeriksa satu pun pengembang dari 438 aplikasi yang menggunakan bug tersebut. Google juga beralasan bahwa G+ untuk perorangan memiliki penggunaan dan keterlibatan yang rendah, ada 90% pengguna berinteraksi di G+ kurang dari lima detik, tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa ini alasannya untuk menutupi keteledorannya.

Namun di sisi lain, Google juga berjanji bahwa mereka akan meningkatkan fungsi keamanan di sejumlah aplikasi dan layanan yang masih berjalan, selain itu mereka juga mengatakan akan membatasi akses pengembang ke sejumlah hal yang dianggap vital seperti kontak Android dan Add-on untuk Gmail.

Baca Juga : Selain Dinosaurus, Google Punya Game Seru Lain yang Bisa Kamu Mainkan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here