Copyright©labana

Insiden Kebocoran data di Facebook Sangat Mengkhawatirkan

Newsth.com – Beberapa waktu yang lalu, Facebook mengalami pencurian data oleh Firma Analis Cambridge Analytica. Kini media sosial terpopuler ini kembali mendapatkan ancaman peretasan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebagaimana yang diberitahukan oleh FB bahwa terdapat 50 akun penggunanya dibobol hacker, jadi raksasa media sosial yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut harus bersiap-siap menghadapi gugatan class action.

Baca Juga : Cara Agar Status Facebook Mendapatkan Banyak Like dalam Sekejap

Gugatan tersebut telah dilayangkan oleh warga California, bernama Carla Echavarria dan warga Virginia, Derick Walker. Dimana keduanya telah mengatakan bahwa minimnya keamanan FB tersebut membuat mereka serta pengguna lainnya terancam pencurian identitas karena insiden kebobolan tersebut. Penggugat ini meminta ganti rugi untuk mereka dan juga penuntut lainnya, sekaligus layanan pemantauan kredit, ganti rugi hukuman, biaya serta pengeluaran untuk pengacara.

Copyright©GettyImages

Gugatan class action ini sendiri bukan menjadi salah satunya yang dihadapi Facebook, pasalnya ada gugatan dari pengguna lain, regulator AS juga mulai bersiap-siap untuk meenginvestigasinya. Bahkan salah satu diantaranya adalah Jaksa Agung New York, Barbara Underwood juga mengatakan sesuatu melalui akun Twitter miliknya bahwa pihaknya akan turut menginvestigasi kebocoran ini. Sebagaimana yang dikutip dari The Verge, “Kami akan melihat kebocoran data besar-besaran oleh Facebook. Warga New York berhak mengetahui bahwa informasi mereka harus dilindungi,” tuturnya.

Bahkan, Mark Warner selaku Senator dari Partai Demokrat juga ikut memberikan pernyataan dalam keterangan resminya, bahwa insiden yang terjadi ini sangalah mengkhawatirkan. “Pernyataan hari ini adalah pengingat tentang bahaya yang ditimbulkan ketika sejumlah perusahaan seperti Facebook dan biro kredit Equifax mampu mengumpulkan begitu banyak data pribadi tentang individu di Amerika tanpa prosedur keamanan yang memadai,” jelasnya.

Dan perlu diketahui, bahwa sebelum adanya laporan tentang bocornya data dari 50 pengguna Facebook oleh hacker yang melakukan eksploitasi pada celah keamanan dalam fitur “View As” tersebut, pihak FB langsung bertindak cepat dengan melakukan peresetan ulang token akses pengguna yang mendapatkan dampak dan 40 juta yang rentan akan pencurian. Sementara itu, selama masa penyelidikan fitur View As tersebut telah dinonaktifkan.

Baca Juga : Facebook Gaming, Surganya Para Gamer Resmi Rilis di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here