Berita Hari Ini : Ada WNI Tewas Saat Markas Abu Sayyaf Diserang Militer Filipina

0
3574
Isnilon Hapilon Pimpinan Kelompok Abu Sayyaf
Copyright ©The Star

Ada WNI Tewas Saat Markas Abu Sayyaf Diserang Militer Filipina

Newsth.com – Militer Filipina kembali melakukan serangan udara pada markas Abu Sayyaf. Serangan itu telah menewaskan 15 militan dan membuat pemimpin Isnilon Hapilon mengalami luka parah.

Dalam serangan udara itu satu WNI yang juga menjadi militan tewas. Hal itu diungkapkan oleh Kepala staff militer Jenderal Eduardo Ano.

Jederal Ano mengatakan jasad militan Indonesia diketahui memiliki nama panggilan Mohisen. Jasadnya ditemukan tentara Filipina di pinggir kota pebukitan Butig, Provinsi Lanao de Sur bersama tiga warga Filipina pengikut Isnilon Hapilon.

Dikatakan Jenderal Ano, Isnilon Hapilon atau Abu Abdullah adalah pemimpin grup Abu Sayyaf yang berafiliasi pada ISIS. Pemimpin grup itu dilaporkan terluka parah pada lengannya  akibat serangan udara.

Ano menyebut Isnilon butuh transfusi darah. Jika tidak mendapat perawatan medis yang layak kemungkinan Isnilon tidak akan selamat.

Pimpinan kelompok yang berafiliasi pada ISIS itu sudah menjadi buronan FBI sejak tahun 2001 karena kasus penculikan 17 WN Filipina dan 3 warga Amerika. Kala itu dia menuntut uang tebusan sebesar 5 juta dolar.

Isnilon Hapilon termasuk teroris yang paling banyak dicari. Bagi siapa saja yang berhasil menangkap Isnilon baik hidup atau mati akan diberikan imbalan berupa uang dengan nilai yang cukup fantastis.

Isnilon Hapilon Pimpinan Kelompok Abu Sayyaf
Copyright ©The Star

Terkait adanya militan Indonesia yang tewas, Jenderal Ano mengatakan saat ini pihaknya masih akan mencari informasi dan melakukan investigasi mengenai adanya militan asing dalam kelompok yang berafiliasi pada ISIS tersebut. Saat penyeragan udara dilakukan militer Filipina Isnilon sedang bersama dua warga yang belum diketahui kewarganegaraannya.

Militer Filipina sudah melakukan penyerangan kepada kelompok Abu Sayyaf sejak beberapa hari lalu. Gempuran serangan dilakukan melalui udara menggunakan pesawat AU.

Pesawat tempur FA-50 buatan Korea Selatan juga digunakan untuk penyerangan. Pesawat tersebut digunakan untuk menjatuhkan 225 kilogram bom selama dua hari yakni Rabu dan Kamis.

Baca Juga : Mantan Pegawai Triyono Utomo Abdul Sakti Gabung ISIS, Kemenkeu Angkat Bicara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here